Ibu MS Minta Perlindungan DPRD Jambi, Anaknya Diduga Diperkosa 4 Orang, 2 Diantaranya Oknum Polisi

Ibu MS mendatangi DPRD Kota Jambi untuk meminta pendampingan dan percepatan penuntasan proses hukum atas kasus yang menimpa anak perempuannya C (18) yang diperkosa empat orang, dua di antaranya oknum polisi, Kamis 29/1/2026). 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Seorang remaja perempuan di Kota Jambi berinisial C (18) menjadi korban pemerkosaan (rudapaksa) empat orang yang dua di antaranya oknum polisi.

Ibu korban berinisial MS mendatangi DPRD Kota Jambi untuk meminta pendampingan sekaligus mendorong percepatan penuntasan proses hukum.

MS mengungkapkan, anak perempuannya berinisial diduga menjadi korban rudapaksa oleh empat pelaku. 

Dua di antara pelaku diduga adalah oknum anggota kepolisian.

Korban Trauma Berat

Kondisi psikologis anaknya kini sangat memprihatinkan pascakejadian. 

Korban mengalami trauma berat dan cenderung menutup diri dari lingkungan sekitar.

"Anak saya kondisinya saat ini tidak mau keluar dari kamar, mengurung diri, sehingga dia curhat dengan temannya ingin mengakhiri hidupnya," ungkap MS saat ditemui di DPRD Kota Jambi, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Polres Batang Hari Gagalkan Penyalahgunaan Gas Elpiji Subsidi, Tiga Orang Ditahan

MS sangat terpukul melihat kondisi anaknya setelah peristiwa tersebut. 

Dia telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jambi pada 6 Januari 2026 dan berharap proses hukum dapat segera dituntaskan.

"Belum, saya ingin secepatnya, saya mohon bantuannya, secepatnya kasus ini selesai," ujar MS.

Sosok Pelaku dan Kronologi Kejadian

Dikutip dari kompas.com, pengakuan dari ibu MS, pelaku berjumlah empat orang, dua di antaranya oknum polisi.

Mereka melakukan perbuatan biadab itu di sebuah kamar kos pada Jumat (14/11/2025). 

Dua oknum polisi itu bertugas di Polres Tanjung Jabung Timur dan Ditreskrimum Polda Jambi. 

"Pelaku (yang menyetubuhi) ada empat orang, dua orang anggota polisi dan dua lagi sipil namanya I dan K," kata MS, saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (29/1/2026). 

Kata MS, putrinya disetubuhi di dua lokasi, yakni di wilayah Kebun Kopi Kotabaru dan Arizona, Kota Jambi. 

Peristiwa bermula ketika putri MS sedang berada di rumah temannya di Pinang Merah, Kota Jambi, dan hendak pulang ke rumah. 

Saat itu, pelaku I menghubungi korban dan mengatakan akan menjemput dan mengantarkannya pulang ke rumah. 

"Anak saya bilang sudah mau pesan ojek online, tetapi dilarang oleh si I, bilangnya dia aja yang ngantar, dan akhirnya anak saya dijemput," kata MS. 

Saat dalam perjalanan, tepatnya di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, I memutar arah mobilnya dan membawa korban ke wilayah Kebun Kopi, Kota Jambi. 

Setibanya di lokasi pertama, korban langsung disetubuhi oleh tiga orang, yakni I, K, dan S. 

Setelah melakukan tindakan tersebut, S dibantu rekannya memasukkan korban ke dalam mobil, kemudian membawanya ke sebuah rumah indekos di kawasan Arizona.

Di sana, mereka bertemu dengan oknum polisi berinisial N. 

"Anak saya dioper (pindahkan) lagi ke kos-kosan, bertemu si N dan anak saya disetubuhi lagi," katanya. 

MS menyebut, jumlah pelaku yang menyetubuhi anaknya berjumlah empat orang. Tetapi, di lokasi pertama ada sekitar lima anggota polisi yang ikut serta membantu mengangkat korban dari rumah masuk ke dalam mobil. 

"Tapi kata anak saya, ada anggota polisi lain ikut bantu angkat anak saya, dan yang melakukan tindakan itu (menyetubuhi) dua polisi dan dua sipil," tambah MS. 

MS memastikan dua pelaku merupakan anggota polisi. Katanya, dia telah melihat secara langsung empat pelaku yang sudah ditangkap (termasuk dua anggota polisi). 

"Empat sudah ditangkap dan saya sudah lihat ke Polda Jambi," sebut MS.

Perlu Perlindungan Psikologis

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

"Untuk melakukan kordinasi pendalaman terkait mental, jadi nanti ada psikolog yang datang ke rumah korban," ujarnya.

Kemas menegaskan, DPRD Kota Jambi mendorong agar kasus tersebut dikawal secara serius.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar ditangani secara profesional.

"Kepada bapak Kapolda, Kapolri, karena ini melibatkan diduganya ada anggota yang terlibat, keterangan dari ibu (M) dan melibatkan sipil juga, kami harap kasus ini dikawal diselesaikan dengan baik," ungkapnya.

Dia juga menyinggung sejumlah peristiwa dalam beberapa waktu terakhir turut mencoreng citra daerah.

"Dan ini menjadi catatan bagi kita, khususnya di Jambi, agak mencoreng ya, karena nama Kota Jambi dan Provinsi Jambi sempat viral," ucapnya. 

(Aldie Prasetya | Sumber: Kompas.com)

Polres Batang Hari Gagalkan Penyalahgunaan Gas Elpiji Subsidi, Tiga Orang Ditahan

 

Merdekapost.com – Tim Satreskrim Polres Batang Hari berhasil menghentikan praktik ilegal penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di sebuah lokasi di Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada 16 Januari malam, polisi mengamankan tiga pria yang diduga kuat terlibat dalam pemindahan isi gas dari tabung bersubsidi ke tabung non-subsidi untuk dijual kembali dengan tujuan meraup keuntungan. 

Kapolres Batang Hari menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan wujud komitmen kepolisian untuk menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Menurutnya, tindakan seperti ini selain merugikan konsumen, juga berpotensi menimbulkan kelangkaan dan mengganggu stabilitas harga. 

Modus operandi para pelaku adalah menyuntikkan isi gas dari tabung LPG subsidi 3 kg ke dalam tabung berukuran 12 kg yang tidak bersubsidi. Gas hasil oplosan itu kemudian dipasarkan secara tidak sah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. 

Dari lokasi, polisi mengamankan puluhan tabung LPG yang masih berisi serta berbagai alat yang digunakan untuk memindahkan gas, termasuk sebuah kendaraan pick-up. Ketiga tersangka kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan pasal tentang penyalahgunaan minyak dan gas bumi yang berpotensi pidana maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan LPG subsidi di sekitar lingkungan mereka. (*)

Oknum Polisi dan TNI Mengaku Tak Ada Niat Lukai Hati sang Pedagang Es Jadul

Menyoroti permohonan maaf oknum polisi dan TNI yang sempat menuduh pedagang es jadul hingga viral di medsos. (Instagram.com/@pembasmii.kehaluan)

BOGOR - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti kasus tuduhan yang diutarakan oknum aparat kepolisian dan TNI terhadap seorang pedagang es jadul alias es gabus, bernama Sudrajat.

Sebelumnya, Sudrajat dituduh oknum polisi dan TNI memakai bahan spons terhadap barang dagangannya.

Tuduhan itu kini berbuntut panjang usai pihak terkait memastikan barang dagangan Sudrajat tidak berbahaya atau layak dikonsumsi. 

Alhasil, sejumlah oknum polisi dan TNI tersebut akhirnya menyampaikan klarifikasi mereka dan meminta maaf secara langsung kepada Sudrajat di kediamannya, Bogor, Jawa Barat.

Dalam unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan, pada Rabu, 28 Januari 2026, terlihat sejumlah anggota polisi dan TNI menyampaikan permintaan maafnya atas kejadian yang sempat viral tersebut.

"Minta maaf, polisi-TNI memeluk dan cium tangan pedagang es gabus yang dituduh pakai bahan spons," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan laporan di lapangan, Bhabinkamtibmas, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa, Serda Heri Purnomo menemui Sudrajat pada sebuah mushala, Bojonggede, Bogor.

Mengaku Tak Ada Niat Lukai Hati sang Pedagang Es Jadul

Dalam pertemuan itu, Ikhwan dan Heri meminta maaf kepada Sudrajat usai menuduh es gabus memakai spons saat berada di Kemayoran, Jakarta, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

"Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak," ucap Ikhwan kepada Sudrajat.

Kemudian, Ikhwan juga mendoakan keberkahan dan mengharapkan tidak ada masalah lagi di kemudian hari. 

Pada momen itu, terlihat pula dirinya menjabat tangan Sudrajat yang juga didampingi sang istri. 

Setelahnya, Heri juga bersalaman dengan Sudrajat dan memohon maaf. 

“Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke pak Sudrajat," terang Heri. 

"Minta maaf yang paling dalam ya, Pak, sehat selalu,” tandasnya.

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 1,064 ribu pengguna Instagram.***

Air Danau Semakin Menyusut, Ekomoni Masyarakat Sekitar Semakin Mengkhawatirkan

Air Danau Semakin Menyusut Ekomoni Masyarakat Sekitar Semakin Mengkhawatirkan

Kerinci – Kondisi Danau Kerinci, Jambi, saat ini tengah berada dalam status waspada. Dalam beberapa pekan terakhir, permukaan air di danau kebanggaan masyarakat Kerinci ini terpantau mengalami penurunan debit secara drastis. Fenomena ini mulai berdampak serius pada sektor perikanan dan aktivitas transportasi air warga setempat (28/01/2026).

Penyusutan air terlihat jelas di sepanjang bibir danau. Wilayah yang biasanya terendam air kini berubah menjadi hamparan lumpur yang mengering dan retak-retak. Di beberapa titik dermaga, kapal-kapal nelayan tampak kandas karena air telah menjauh hingga puluhan meter dari garis pantai semula.

Baca Juga: Air Danau Kerinci Surut Drastis: Antara Uji PLTA dan Ancaman bagi Ekonomi Warga Sekitar

Tokoh muda Kerinci, Zalmianto atau yang biasa dipanggil Anto Black mengatakan ” Karna uji coba turbin PLTA yg sumber air nya dari danau, Secara ekonomi nelayan semakin susah cari ikan otomatis Rumah makan makin susah cari penjual ikan, Kemudian Sungai yg jadi penyuplai air Danau akan cepat tersedot dan mengering . Bagi petani yg mengandalkan air sungai untuk bersawah akan kesulitan memanfaatkan air dari aliran sungai. Seumuran saya yg sudah 45 thn hidup di pinggir danau kerinci baru kali ini melihat danau air nya sekecil ini”.

Menurut Salah satu aktivis kerinci Ilham juga mengatakan “penurunan ini merupakan salah satu yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor cuaca ekstrem dan berkurangnya intensitas hujan di wilayah hulu dituding menjadi penyebab utama hilangnya volume air secara masif”.

Bacaan Lainnya: Kasus Guru dan Siswa, Polda Jambi Audiensi dengan PGRI Provinsi dan Dorong Jalur Mediasi

Dampak dari fenomena ini mulai dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat:

1. Mengeluhkan kematian bibit ikan akibat suhu air yang meningkat dan kadar oksigen yang menurun seiring dangkalnya air.

2. Petani di sekitar danau mulai khawatir pasokan air untuk sawah mereka akan terhenti jika tren penurunan ini terus berlanjut.

3. Nelayan tangkap tidak bisa melaut .

4. Investasi pakan dan bibit hilang begitu saja karena kondisi alam yang tidak mendukung.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan kajian mendalam terkait fenomena ini, serta menyiapkan langkah mitigasi bagi warga yang mata pencahariannya bergantung sepenuhnya pada Danau Kerinci. (*adz)

Kasus Guru dan Siswa, Polda Jambi Audiensi dengan PGRI Provinsi dan Dorong Jalur Mediasi

JAMBI – Polda Jambi menggelar audiensi bersama Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi pada Senin, (26/01/2026). Kegiatan audiensi berlangsung di Ruang Coffee Morning Lantai 1 Gedung A Polda Jambi. Audiensi dipimpin oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol. Jimmy Christian Samma, Dirbinmas Polda Jambi Kombes Pol. Henky Poerwanto, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, Ketua PGRI Provinsi Jambi Nanang Sunarya, serta pengurus PGRI dari Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.

Dalam audiensi tersebut, Wakapolda Jambi menegaskan pentingnya penyelesaian permasalahan antara guru dan siswa melalui pendekatan mediasi dan kekeluargaan, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

Berita Terkait:

Kasus Perkelahian Guru dan Siswa SMKN 3 Tanjabtim, Guru Agus Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda

Pengakuan Versi Siswa dalam Kasus SMKN 3 Tanjabbar: Oknum Guru AS Tampar dan Tinju, Pengeroyokan Terjadi Spontan

“Kejadian perselisihan antara guru dengan siswa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur beberapa waktu yang lalu menjadi bahan evaluasi kita bersama. Permasalahan kedua belah pihak di harapkan dapat di mediasi dan di selesaikan secara kekeluargaan,” ujar Brigjen Pol. M. Mustaqim.

Selain itu, Wakapolda Jambi juga memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan peran strategis mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa Polda Jambi akan berkomitmen mendukung perlindungan terhadap profesi guru serta mendorong penyelesaian permasalahan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan yang humanis dan berkeadilan.

Berita Lainnya:

Terkait Pengeroyokan Guru oleh Siswa, Jubir Pemprov Jambi Bantah Gubernur Tulis Surat Terbuka ke Presiden

Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut Jadi Penyebab Air Danau Kerinci Menyusut Drastis

”Polda Jambi akan selalu mendukung penuh upaya perlindungan terhadap guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Namun demikian, setiap permasalahan yang muncul tetap harus di sikapi secara proporsional dengan mengedepankan komunikasi, mediasi, dan restorative justice,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.

Ia menambahkan, penyelesaian kasus secara mediasi di harapkan dapat menjadi solusi terbaik agar tidak menimbulkan dampak psikologis maupun sosial yang berkepanjangan, baik bagi guru, siswa, maupun lingkungan sekolah.(adz)

Air Danau Kerinci Surut Drastis: Antara Uji PLTA dan Ancaman bagi Ekonomi Warga Sekitar

KERINCI – Surutnya air Danau Kerinci dalam beberapa pekan terakhir bukan hanya memunculkan kekhawatiran soal lingkungan, tetapi juga langsung menghantam denyut ekonomi warga yang hidup di sekeliling danau. Bagi nelayan, pencari kerang, hingga pelaku wisata, penurunan muka air danau berarti hilangnya sumber penghasilan harian.

Uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci yang baru mengaktifkan satu turbin saja, disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyusutan air danau.

Dampaknya terasa nyata di lapangan. Aktivitas ekonomi berbasis perairan lumpuh secara perlahan, memaksa warga beradaptasi di tengah ketidakpastian.

Baca Juga: Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut Jadi Penyebab Air Danau Kerinci Menyusut Drastis

Nelayan Kehilangan Tangkapan

Karim (40), nelayan tradisional di kawasan Koto Petai, mengaku pendapatannya turun drastis sejak air danau surut. Sebelum kondisi ini terjadi, ia bisa membawa pulang ikan 8 hingga 10 kilogram per hari. Hasil tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anaknya.

“Kalau air masih normal, sehari bisa dapat Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Sekarang paling dapat Rp30 ribu, itu pun kalau ada ikan,” ujarnya.

Surutnya air membuat jalur ikan berpindah, sementara sebagian perangkap ikan tidak lagi berfungsi. Perahu kecil milik Karim bahkan harus ditarik cukup jauh karena air di tepian danau tidak lagi cukup dalam.

Pencari Kerang Kehilangan Mata Pencaharian

Kondisi serupa dialami warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup dari mencari kerang di Danau Kerinci. Biasanya, dalam sehari ia mampu mengumpulkan 15 hingga 20 kilogram kerang untuk dijual ke pengepul.

“Dulu kerang mudah didapat. Sekarang airnya terlalu kering, lumpurnya keras, kerangnya hampir tidak ada,” katanya.

Jika sebelumnya ia bisa membawa pulang penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari, kini ia pulang dengan tangan kosong. Bagi keluarga kecilnya, kehilangan penghasilan harian berarti ancaman langsung terhadap dapur rumah tangga.

Ahan Tak Bisa Digunakan, Ikan Tak Masuk

Selain nelayan dan pencari kerang, warga yang mengandalkan alat tangkap tradisional ahan juga terdampak. Ahan, yang dipasang di jalur perairan dangkal, tidak lagi bisa digunakan karena ketinggian air tidak mencukupi.

“Kalau air surut begini, ahan mati total. Tidak ada air, ikan tidak mau masuk,” kata Sebri, warga setempat.

Ia menilai kondisi ini belum pernah terjadi separah sekarang. Menurutnya, meski Danau Kerinci pernah mengalami surut saat musim kemarau, namun tidak sampai melumpuhkan hampir seluruh aktivitas ekonomi perairan.(**)

Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut Jadi Penyebab Air Danau Kerinci Menyusut Drastis

Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut-sebut  Jadi Penyebab utama Air Danau Kerinci Menyusut Drastis beberapa minggu terakhir.(mpc)

Kerinci Merdekapost.com - Fenomena penurunan muka air Danau Kerinci dalam beberapa minggu terakhir membuat warga di Kabupaten Kerinci, Jambi, terkejut.

Air yang biasanya memenuhi badan danau kini surut cukup jauh hingga menampakkan area dasar yang jarang terlihat sebelumnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, menyebut perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari aktivitas uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

Ia menjelaskan bahwa sejak awal Januari, terjadi pengaliran air dari danau menuju turbin pembangkit.

“Mulai tanggal 1 sampai 16 Januari 2026 itu dilakukan pengaliran air ke turbin. Dari tiga pintu air, satu pintu dibuka sekitar 20 sentimeter untuk proses uji coba,” ujar Joni, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, tahap ini masih merupakan rangkaian percobaan sebelum PLTA beroperasi penuh. Pihak perusahaan, kata Joni, juga berjanji meninjau semua dampak yang muncul selama proses uji coba berlangsung.

Bacaan Lainnya: Pastikan Penyebab Meninggalnya Rafi Pemuda Koto Tebat Kerinci, Keluarga Setuju Jenazah Diotopsi

“Pengaliran ini masih tahap percobaan. Pihak PT KMH menyampaikan bahwa setiap dampak yang muncul akan menjadi dasar perbaikan sebelum operasional permanen diterapkan,” jelasnya.

BWSS mencatat bahwa dalam 16 hari masa pengaliran, volume air Danau Kerinci menunjukkan penurunan signifikan. Warga pun merasakan langsung efeknya.

Sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, sementara petani khawatir terhadap pasokan irigasi untuk sawah mereka.

PT KMH, menurut Joni, telah menyatakan kesiapan untuk mendata wilayah yang terdampak sekaligus menyiapkan bantuan darurat jika kondisi semakin kritis.

“Informasinya, mereka akan menyediakan tandon air sebagai langkah sementara apabila dibutuhkan,” ujarnya.

Penampakan air danau Kerinci yang susut drastis.(adz)

Terkait legalitas uji coba tersebut, Joni menegaskan bahwa izin pengaliran dikeluarkan langsung pemerintah pusat melalui sistem perizinan nasional. BWS Sumatera VI baru dilibatkan setelah pelaksanaan uji coba berjalan.

“Kewenangannya ada di pusat. Kami diundang untuk pembahasan setelah proses uji coba berlangsung, mengikuti agenda dari pemerintah pusat,” katanya.

Selain faktor PLTA, kondisi cuaca kering juga memperburuk penurunan volume air danau. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Kerinci hampir tidak diguyur hujan dan suhu udara relatif panas.

“Cuaca yang panas dan minim hujan sangat mungkin ikut mendorong turunnya muka air danau dalam waktu singkat,” ungkap Joni.

Baca Juga: Gaungkan Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kerinci H Pahrizal Aksi Nyata Tanam Pohon di Kayu Aro

Fenomena penyusutan air ini kembali memunculkan perdebatan publik mengenai pentingnya keseimbangan antara pengembangan energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.

Meskipun PLTA termasuk energi ramah lingkungan, pengelolaan debit air harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Sebagai salah satu ikon daerah, Danau Kerinci berperan penting bagi pertanian, perikanan, pariwisata, dan kebutuhan air warga.

Penurunan drastis permukaannya dikhawatirkan akan menimbulkan dampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan kebijakan yang sensitif terhadap kondisi lokal.(adz)

Ketua DPRD Batang Hari Terima Kunjungan Kapolres, Perkuat Koordinasi Lintas Lembaga

 

Merdekapos.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang Hari menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Polres Batang Hari yang dipimpin Kapolres AKBP Arya Tesa Brahmana. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang VVIP DPRD Batang Hari dalam suasana hangat dan penuh keakraban. 

Kedatangan Kapolres bersama rombongan disambut langsung oleh Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi serta sejumlah anggota dewan dan jajaran Sekretariat DPRD. Pertemuan ini menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih intens antara institusi kepolisian dan lembaga legislatif daerah,Rabu (28/01/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Batang Hari menyampaikan bahwa kunjungan silaturahmi dilakukan sebagai langkah memperkuat sinergi dan koordinasi antara kepolisian dengan DPRD, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Batang Hari.

Sementara itu, Ketua DPRD Batang Hari menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kerja sama antara DPRD dan kepolisian sangat penting dalam mendukung stabilitas daerah serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak berharap hubungan koordinasi dan kolaborasi lintas lembaga dapat terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan pembangunan daerah serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Batang Hari. (*)

Ketua DPRD Rahmat Hasrofi Dorong Sinkronisasi Pembangunan dan Penanganan Stunting di Musrenbang Batin XXIV

 

Merdekapost.com - Rahmat Hasrofi menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Batin XXIV yang dirangkaikan dengan Musrenbang Stunting Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2027, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Batin XXIV tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan daerah dari tingkat kecamatan. Berbagai usulan prioritas dibahas bersama guna diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2027.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Hasrofi menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Ia menyebutkan, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang aspirasi yang menentukan kualitas pembangunan daerah ke depan.

Selain membahas program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, forum tersebut juga mengintegrasikan pembahasan program percepatan penurunan stunting. Integrasi ini dilakukan agar intervensi yang dirancang dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan guna mencapai target penurunan stunting, baik target nasional maupun target daerah.

Melalui Musrenbang yang terintegrasi ini, diharapkan seluruh usulan prioritas dari Kecamatan Batin XXIV dapat terakomodasi secara proporsional dan mampu memperkuat sinergi lintas sektor, demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Batang Hari yang merata dan berkelanjutan. (*)

Pastikan Penyebab Meninggalnya Rafi Pemuda Koto Tebat Kerinci, Keluarga Setuju Jenazah Diotopsi

Untuk memastikan Penyebab Meninggalnya Rafi Pemuda Koto Tebat Kerinci, Polisi dan Keluarga sepakat Jenazah Diotopsi. (ist)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Masyarakat desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kerinci dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pemuda, Minggu (25/1/2026) sore.

Pemuda yang diketahui bernama Rafi (18) warga Desa Koto Tebat ditemukan terkapar di dalam parit perbatasan Koto Tebat dan Kemantan Hilir sekira pukul 17.00 Wib.

Terduga pelaku berhasil diamankan hanya dalam waktu hitungan jam setelah pelariannya terhenti di wilayah Danau Kerinci, Minggu malam (25/01/2026).

Baca Juga:

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Sempat Mau Kabur, Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus di Danau Kerinci, Ini Tampangnya!

Terduga pelaku merupakan seorang pria berinisial SS (21), warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci.

Pelaku diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Rafi (18) yang mengakibatkan korban meninggal dunia saat dievakuasi ke RS M. Thalib Sungai Penuh.

Keluarga Setuju Jenazah Rafi di Otopsi

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim menjelaskan bahwa meski pemeriksaan luar oleh pihak rumah sakit tidak menunjukkan luka terbuka yang mencolok, penyidik akan menempuh jalur Otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

​"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan mereka telah menyetujui dilakukannya otopsi. Penyidik juga telah menjalin komunikasi dengan dokter forensik dari RSUP M. Jamil Padang, Sumatera Barat, untuk pelaksanaan prosedur tersebut dalam waktu dekat," jelas AKP Very Prasetiawan.

Baca Juga:

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Polres Kerinci menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mempercayakan penuh proses hukum ini kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan antar-desa.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk pemeriksaan lebih lanjut.(*)

Gaungkan Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kerinci H Pahrizal Aksi Nyata Tanam Pohon di Kayu Aro

Gaungkan Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kerinci H Pahrizal Aksi Nyata Tanam Pohon di Kayu Aro.(ist)

Kerinci, Merdekapost.com – Dalam upaya melestarikan lingkungan sekaligus mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang berwawasan alam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, S.Ag., MM didampingi Kasi Bimas Islam, H. Firdaus, S.Ag., MH Ketua DWP Kemenag Kabupaten Kerinci, Ny. Jasnila Pahrizal, Kepala KUA Kec. Kayu Aro, Swirmanto, SH.I., MH dan ASN Kemenag Kabupaten Kerinci serta Staf KUA Kecamatan Kayu Aro melaksanakan aksi penanaman pohon.

Kegiatan yang mengusung semangat penguatan Ekoteologi ini dipusatkan di lingkungan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kayu Aro, Jumat, 23/01

Baca Juga:

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Suasana sejuk Kayu Aro menjadi latar yang tepat untuk aksi nyata kepedulian terhadap bumi ini.

Kakan Kemenag Kerinci menyampaikan , bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial penghijauan biasa. Lebih dari itu, ini adalah implementasi dari konsep Ekoteologi pemahaman bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari iman dan ibadah.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tugas manusia sebagai khalifah. Menanam pohon adalah sedekah oksigen yang berkelanjutan. Ini adalah wujud nyata ekoteologi, di mana nilai spiritualitas kita implementasikan dalam bentuk kasih sayang terhadap alam,” ungkapnya.

Baca Juga:

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Pahrizal juga menjelaskan bahwa penguatan ekoteologi sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam isu-isu strategis, termasuk pelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, rumah ibadah, kantor pelayanan keagamaan, hingga lingkungan KUA harus menjadi contoh nyata dalam menjaga keseimbangan alam.

Ia menegaskan bahwa aksi penanaman pohon ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan simbolik semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang ditanamkan dalam budaya kerja ASN Kemenag serta masyarakat sekitar.

“Kita ingin KUA dan satuan kerja Kemenag menjadi pusat edukasi keagamaan yang ramah lingkungan. Dari hal sederhana seperti menanam dan merawat pohon, kita sedang menanam nilai tanggung jawab moral dan spiritual kepada generasi mendatang,” pungkasnya.(*)

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar M. Genta.(adz/mpc) 

KSAL Ungkap 23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat

MERDEKAPOST.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi 23 prajurit marinir yang tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kabar tersebut sebelumnya beredar di media sosial.

"Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor," ujar Ali usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ali melaporkan, saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia. Sementara, selebihnya hingga saat ini belum ditemukan dan masih terus dilakukan pencarian.

"Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone  thermal dan anjing pelacak," katanya.

Pratu Marinir MUHAMMAD GENTA AL AKBAR

Kabar duka ini juga disampaikan Salah satu keluarga genta, melalui postingan di akun Facebook miliknya, “ Imel Attariq ” yang diketahui merupakan kakak kandung dari genta.

“Innalillahiwainnailaihirojiun 

Adikku genta, kakak iklas gen. 

Balek lah gen kk tunggu drmah gen.. 

mohon doanya temen2 smua ”..

Ungkapan duka juga disampaikan oleh Akun Mamuk Habib Kades Hiang Lestari

Innalillahwainnailaihirojiun...

Kami Pemerintah Desa Hiang Lestari ikut berduka cita atas meninggalnya Putra Terbaik Desa Hiang Lestari yaitu Pratu Marinir MUHAMMAD GENTA AL AKBAR di  Cisarua Bandung Barat, semoga Almarhum Husnul Khotimah serta keluarga yg di tinggalkan  sabar dan tabah menghadapi cobaan yg sangat berat ini. Aamiin..YRA

Sumber : iNews.id

Sempat Mau Kabur, Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus di Danau Kerinci, Ini Tampangnya!

Sempat Mau Kabur, SS terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci di Danau Kerinci.(adz/mpc) 

Kerinci, Merdekapost.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci kembali menunjukkan respons cepat dalam penegakan hukum. Terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang pemuda di Kecamatan Air Hangat Timur berhasil diringkus hanya dalam hitungan jam, Minggu malam (25/01/2026).

Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/7/I/2026/SPKT/Polres Kerinci/Polda Jambi, tertanggal 25 Januari 2026. Korban diketahui bernama Rafi (18), yang meninggal dunia saat dievakuasi menuju RS M. Thalib Sungai Penuh.

Terduga pelaku berinisial SS (21), warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Pelaku diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap korban hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

Berita Terkait: Seorang Pemuda Koto Tebat Kerinci Tewas Dianiaya, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 5 jam

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan. Setelah menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Opsnal Satreskrim segera bergerak melakukan penyelidikan intensif dan pelacakan terhadap terduga pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku melarikan diri ke arah wilayah Danau Kerinci. Sekitar pukul 21.30 WIB, tim berhasil mengamankan SS saat berada di tepi jalan Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci. Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Kerinci untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru Pasal 466 ayat (3). Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, mengingat korban dan sejumlah saksi masih di bawah umur.

Bacaan Lainnya:

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Sidang Korupsi PJU Kerinci, Saksi Ahli BPKP Bongkar Aliran Dana 'Panas' Rp 530 Juta ke 13 Anggota Dewan Kerinci

Gubernur Jambi Tegas Pindahkan Guru Agus yang Dikeroyok Siswa, Minta Segera Dilakukan Tes Kejiwaan

Terkait penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian memastikan akan melakukan otopsi. 

Meski pemeriksaan luar tidak menemukan luka terbuka yang mencolok, langkah tersebut dilakukan untuk kepastian hukum.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan mereka menyetujui dilakukan otopsi. Untuk pelaksanaannya, kami juga berkoordinasi dengan dokter forensik dari RSUP M. Jamil Padang,” ujar AKP Very Prasetiawan.

Polres Kerinci juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci dan proses penyidikan terus berlanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, motif penganiayaan maut tersebut belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan kepolisian.(Adz)

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Mutasi Besar-besaran Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka.(Ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Gerbong mutasi, rotasi, dan promosi di lingkungan Kejaksaan Agung RI kembali bergerak. Salah satu nama yang cukup menyita perhatian adalah Yogi Purnomo, SH, M.H, yang kini resmi berpindah tugas.

​Jabatan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh yang selama ini diemban Yogi, kini akan beralih seiring dengan penempatan barunya sebagai Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Sosok 'Algojo' Korupsi di Bumi Sakti Alam Kerinci

​Selama masa baktinya di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, sosok Yogi Purnomo dikenal memiliki reputasi mentereng. Ia dianggap sebagai ujung tombak yang progresif dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kerinci dan Sungai Penuh.

​Beberapa poin penting selama kepemimpinannya meliputi:

​Prestasi Mentereng: Berhasil mengungkap berbagai kasus korupsi besar yang sempat mengendap.

​Konsistensi: Melanjutkan tren positif pemberantasan korupsi dari kepemimpinan Kajari sebelumnya dengan integritas yang tinggi.

​Efek Jera: Langkah-langkah hukum yang diambilnya selama menjabat di Kejari Sungai Penuh dinilai memberikan dampak signifikan dalam upaya penyelamatan keuangan negara di daerah tersebut.

Baca Juga: 

Pidsus Kejari Sungai Penuh Terbaik Se-Provinsi Jambi, Selamatkan Uang Negara Hampir Rp 8 Miliar

​Harapan Baru di Majalengka

​Perpindahan Yogi ke Jawa Barat diharapkan membawa semangat baru dalam penegakan hukum di Kejari Majalengka. Pengalaman panjangnya menangani kasus-kasus kompleks di Jambi menjadi modal utama untuk memperkuat lini Pidana Khusus di tempat tugas yang baru.

​Masyarakat dan kolega di Sungai Penuh memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Yogi Purnomo selama ini, sembari berharap kesuksesan yang sama akan menyertainya di Tanah Pasundan.(Ali/Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs